Klub sepak bola PSM Makassar bersiap menghadapi kompetisi Piala Liga atau I.League Cup 2026/27 dengan mengenakan perlengkapan tanding yang istimewa. Skuad berjuluk Juku Eja ini dijadwalkan langsung mengenakan jersi anyar tersebut pada laga perdana Grup K Zona Timur 2 melawan De Red FC. Pertandingan pembuka ini rencananya akan dilangsungkan di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, pada hari Selasa tanggal 3 November. Manajemen klub berharap kehadiran atribut baru ini mampu mendongkrak semangat juang para pemain di atas lapangan hijau.
Dalam acara peluncuran resmi yang digelar pada hari Senin, manajemen memperkenalkan dua jenis jersi yang disiapkan untuk musim ini. Pilihan warna yang dihadirkan terdiri dari jersi kandang yang mengusung warna merah maroon serta jersi tandang yang didominasi warna keemasan. Manajer PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin menerangkan bahwa jersi tersebut merupakan persembahan khusus untuk merayakan hari ulang tahun klub yang ke-111. Pemilihan waktu peluncuran ini dinilai sangat pas dengan momentum perayaan hari bersejarah bagi klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan tersebut.
Keterangan resmi mengenai atribut anyar ini turut disampaikan langsung oleh manajemen melalui laman resmi kompetisi. Ada jersi khusus HUT ke-111 yang disiapkan untuk digunakan di I.League Cup karena momennya dianggap sangat tepat. Desain pakaian tanding tersebut dibuat secara khusus dengan mengombinasikan berbagai elemen estetika masa lalu. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendukung setia yang mengikuti perjalanan panjang klub sepak bola legendaris di tanah air ini.
Keistimewaan jersi edisi khusus ini terletak pada pemilihan lambang klub serta atribut pendukung yang menghiasi bagian dada. Desainnya menggunakan lambang era tahun dua ribuan awal yang dipadukan dengan lambang jenis trefoil dari apparel adidas. Selain itu, terdapat pula cetakan lambang hari ulang tahun yang mencantumkan rentang tahun berdiri dari 1915 hingga 2026. Perpaduan visual ini memberikan kesan klasik sekaligus elegan bagi para pemain yang mengenakannya di setiap pertandingan.
Manajer PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin menjelaskan bahwa seri khusus ini menonjolkan penggunaan lambang lama sebagai identitas utama. Pihaknya sengaja tidak menampilkan lambang klub yang digunakan saat ini melainkan mengulang kembali lambang masa lalu. Desain khusus ini diangkat sebagai momentum nostalgia bagi seluruh pencinta sepak bola tanah air. Langkah tersebut sekaligus menekankan bahwa keberadaan skuad Juku Eja saat ini tidak pernah terlepas dari perjuangan masa lampau.
Lebih lanjut, manajemen mengungkapkan rencana untuk memasarkan jersi spesial ini kepada publik secara terbatas. Jumlah pakaian tanding yang akan dilepas ke pasaran diperkirakan berkisar antara 700 hingga 800 buah saja. Kebijakan penjualan terbatas ini diambil untuk menjaga eksklusivitas produk bagi para kolektor dan pendukung setia. Melalui penjualan ini, klub ingin menyampaikan pesan mendalam kepada para suporter tentang perjalanan sejarah klub.
Pesan utama dari peluncuran atribut khusus ini adalah bahwa perjalanan klub hari ini dibangun dari pengorbanan para pendahulu. Keberhasilan yang diraih saat ini tidak mengesampingkan peran ataupun kemenangan yang sudah dibuat oleh para pendahulu pada masa-masa sebelumnya. Manajemen berharap nilai historis ini dapat dirasakan oleh seluruh elemen klub menjelang bergulirnya pertandingan perdana. Nostalgia masa lalu diharapkan mampu menjadi suntikan motivasi tambahan bagi para penggawa Juku Eja.
Sementara itu, persiapan dari sisi teknis lapangan turut disampaikan oleh pelatih kepala PSM Darije Kalezic menjelang laga perdana. Sang pelatih berharap anak asuhnya bisa tampil lebih klinis di depan gawang lawan pada pertandingan melawan De Red. Perhatian khusus ini diberikan setelah timnya menciptakan banyak peluang pada laga terakhir melawan Madura United. Sayangnya, dominasi permainan tersebut gagal berbuah manis karena harus takluk dengan skor tipis 0-1 dalam lanjutan BRI Super League.
Evaluasi menyeluruh telah dilakukan jajaran pelatih terhadap lini serang skuad Juku Eja menjelang turnamen baru ini. Menurut sang pelatih, masalah penyelesaian akhir bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pemain saja di lini depan. Sejumlah pemain seperti Rizky Eka hingga Stefan Jevtoski yang merupakan pemain terbaik klub juga sempat gagal mengonversi peluang. Seluruh anggota tim kini bertekad memperbaiki ketajaman lini serang demi meraih hasil positif pada laga pembuka mendatang.
#PSMMakassar #ILeagueCup #JukuEja

