Sebanyak enam kabupaten di Provinsi Jawa Timur harus menghadapi bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi secara serentak pada hari Senin. Peristiwa tersebut dipicu oleh guyuran hujan dengan intensitas lebat yang melanda sejumlah wilayah setempat sejak hari Minggu malam. Rangkaian bencana alam ini tersebar di Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Banyuwangi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur langsung mengerahkan tim gabungan untuk melakukan penanganan darurat di lapangan.
Kondisi terparah salah satunya tercatat di wilayah Kabupaten Lumajang akibat terjangan banjir lahar dingin Gunung Semeru. Peristiwa itu merendam tiga kecamatan sekaligus yakni Kecamatan Pasirian, Kecamatan Jatiroto, dan Kecamatan Tempursari dengan estimasi warga terdampak lebih dari 1.100 jiwa. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menjelaskan bahwa peningkatan debit air Sungai Glidik yang berhulu di Semeru menjadi penyebab utama banjir. Aliran sungai yang meluap tersebut merendam permukiman warga serta memutus akses jalan penting.
Kawasan Dusun Persil di Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, terendam banjir genangan dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 60 sentimeter. Genangan air tersebut merata di kawasan RW 09, 10, dan 11 yang berdampak langsung pada sekitar 500 jiwa penduduk setempat. Situasi yang lebih berat dialami warga Kecamatan Tempursari karena banjir dan longsor menerjang enam desa sekaligus. Desa-desa tersebut meliputi Desa Purworejo, Kaliuling, Purorejo, Tempursari, Bulurejo, serta Pundungsari yang mencakup sekitar 600 jiwa warga terdampak.
Dampak banjir di Kecamatan Tempursari bahkan membuat sebanyak 117 kepala keluarga di Dusun Taman Sari terisolasi total. Akses jalan utama menuju perkampungan mereka terputus setelah dihantam arus deras dari Sungai Glidik yang meluap. Selain itu, kerusakan infrastruktur juga dilaporkan terjadi di wilayah lain seperti ambruknya teras tiga rumah warga. Kerusakan tanggul air juga tercatat di Desa Gondoruso yang berada di wilayah Kecamatan Pasirian, Lumajang.
Bergeser ke wilayah Kabupaten Malang, banjir luapan merendam Desa Sitiarjo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Desa Lebakharjo di Kecamatan Ampelgading. Ketinggian air di dua desa tersebut terpantau bervariasi antara 30 hingga 40 sentimeter dari permukaan tanah. Satriyo Nurseno menyatakan bahwa curah hujan tinggi mengakibatkan peningkatan debit air sungai hingga meluap ke badan jalan. Hujan deras pada waktu yang sama juga memicu peristiwa tanah longsor di banyak titik kawasan Malang.
Tanah longsor di Kabupaten Malang tersebar di empat kecamatan meliputi Ampelgading, Dampit, Sumbermanjing Wetan, dan Bantur. Material longsoran yang menutupi badan jalan raya sempat melumpuhkan arus lalu lintas kendaraan di kawasan tersebut. Meskipun sempat mengganggu perjalanan warga, Satriyo memastikan bahwa peristiwa tanah longsor ini tidak menimbulkan adanya korban jiwa. Tim gabungan langsung bergerak cepat membersihkan sisa material longsor untuk memulihkan arus lalu lintas.
Bencana serupa juga dilaporkan melanda wilayah Kabupaten Pacitan ketika hujan deras memicu longsoran tebing di Dusun Jeruk. Longsor dari tebing di samping rumah warga Desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan, menimpa bagian dinding bangunan. Peristiwa yang terjadi pada pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB tersebut mengakibatkan satu unit rumah mengalami kerusakan ringan. Sementara di Kabupaten Bondowoso, dinding sawah setinggi empat meter ambrol dan menimpa tembok rumah warga di Desa Gunosari.
Penanganan darurat, pemantauan lokasi, serta pendataan kerusakan terus dilakukan oleh personel BPBD Provinsi bersama unsur kabupaten terkait. Petugas berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna mempercepat pembukaan akses jalan yang terputus dan menyalurkan logistik bagi warga. Meskipun sebaran wilayah terdampak cukup luas dan memicu kerusakan infrastruktur, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa. Tim gabungan di masing-masing kabupaten kini masih disiagakan untuk memantau debit sungai serta membersihkan sisa material bencana.
#BanjirJatim #TanahLongsor #BPBDJawaTimur



